Selasa, 29 Januari 2013

POS TRANSITORIS DAN POS ANTISIPASI

Pos Transitoris ( deferral item )
Pos Transitoris ( deferral item ) adalah pendapatan yang sudah diterima kasnya akan tetapi belum menjadi hak perusahaan, dan biaya yang sudah dibayar dengan kas akan tetapi belum menjadi kewajiban perusahaan.

Pos Antisipasi ( accrual item )
Pos Antisipasi ( accrual item ) adalah pendapatan yang belum diterima dalam bentuk kas akan tetapi sudah menjadi hak perusahaan, dan biaya yang belum dibayar dengan kas akan tetapi sudah menjadi kewajiban perusaahaan.

Contoh kasus
Pos antisipasi aktif :
Perusahaan menyewakan gedung selama satu tahun terhitung dari 1 Juli 2006 sampai 30 Juni 2007. Biaya sewa selama satu tahun yaitu Rp. 8.000.000.00. dan diterima dibelakang pada 30 Juni 2007. Jika perusahaan membuat laporan keuangan pada 31 Juli 2006, maka pendapatan yang harus diterima untuk tahun 2006 adalah Rp. 200.000.00 yaitu sewa untuk jangka waktu 1 bulan terhitung dari 1 Juli 2006 sampai 31 Juli 2006 meskipun kasnya belum diterima. Pos antisipasi demikian menimbulkan adanya tagihan sewa yang akan dilaporkan sebagai aktifa yaitu sewa masih akan diterima.

Pos antisipasi pasif :
Sebaliknya jika perusahaan menjadi pihak penyewa, maka ia harus mengakui biaya selama 1 bulan meskipun sewa tersebut belum dibayar. Pos antisipasi ini menimbulkan adanya uang yang didalam rekening sewa yang masih harus dibayar.

Sumber :
http://niaas8.wordpress.com/2010/01/16/pos-transitoris-dan-pos-antisipasi/

0 komentar:

Poskan Komentar