Kamis, 31 Januari 2013

FIFO adalah kepanjangan dari First In First Out. Dalam menghitung persediaan akhir dengan menggunakan metode FIFO (First In First Out) dalam sistem periodik tidak begitu rumit jika dibandingkan dengan sistem perpetual. Berikut ini adalah contoh kasus menghitung persediaan akhir dengan menggunakan metode FIFO dalam sistem periodik

Diketahui :
Berikut ini adalah persediaan suatu perusahaan pada tahun 2012


Ditanyakan :
Diminta menghitung persediaan akhir (per 31 desember 2012) dengan sistem periodik dan menggunakan metode FIFO

Jawab :
Pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu persediaan akhirnya

Untuk mengetahui persediaan akhir, sebelumnya bisa dilihat dari kolom diatas. Pertama ditulis jumlah unit persediaan awal, kemudian ditambahkan dengan total jumlah unit pembelian. Hasilnya adalah barang tersedia untuk dijual. Lalu jumlah tersebut dikurangi total jumlah unit penjualan. Hingga akhirnya didapatlah jumlah persediaan akhir per 31 Des 2012 seperti dibawah ini :

Persediaan Akhir (Sistem Periodik)

Persediaan awal (5 Jan 2012)         300 unit
Pembelian                                      900 unit +
Barang tersedia untuk dijual  12.000 unit
Penjualan       800 unit -
Persediaan akhir (31 des 2012)  400 unit

Selanjutnya membentuk kolom barang tersedia untuk dijual yang dibentuk dari kolom pertama diatas. Untuk barang tersedia untuk dijual yg dibentuk hanya persediaan awal dan pembelian saja. Seperti gambar dibawah ini :

Barang tersedia untuk dijual :


Selanjutnya menghitung persediaan akhir dengan metode FIFO
Jika menghitung persediaan akhir dengan menggunakan metode FIFO harus diambil dari pembelian yang paling terakhir pada kolom barang tersedia untuk dijual diatas. Dengan total jumlah persediaan harus 400. seperti yang sudah kita hitung sebelumnya. Untuk harga perunit tetap sama. Sehingga hasilnya seperti gambar dibawah ini 

Persediaan akhir (FIFO)

Jadi Persediaan akhir Per 31 desember 2012 dengan sistem periodik dan menggunakan metode FIFO adalah 400 unit dengan total harga Rp. 5.000.000

Semoga bermanfaat dan mudah dipahami..
Good Luck..


6 komentar:

  1. maaf kakanya, itu kok total pembelian 900, kalo ditambahin semua kan total pembelian nya harusnya 1100, mohon informasinya

    BalasHapus
  2. terimakasih sebelumnya untuk koreksinya, mohon maaf untuk penulisan angka ya, saya salah menjumlahkan. jadi total dari pembelian adalah 1.100 unit kemudian ditambah persediaan awal 300 unit, jadi barang yang tersedia untuk dijual adalah 1.400. Selain itu total penjualan harusnya 1.100 bukan 800. jadi jumlah persediaan akhir adalah 300 unit (barang yg tersedia untuk dijual dikurangi total penjualan "1.400-1.100=300").

    Kemudian pada kolom barang tersedia untuk dijual total unit harusnya 1.400 bukan 14.000.

    Kemudian pada kolom persediaan akhir (FIFO) pada tanggal 21/11 harusnya jumlah unit 100, Otomatis total harganyapun berubah menjadi Rp.1.300.000,- (100 x Rp. 13.000). Jadi didapat total harga Rp. 3.700.000,- (Rp. 1.300.000 + Rp. 2.400.000)

    Kesimpulannyapun berubah, Jadi Persediaan akhir Per 31 desember 2012 dengan sistem periodik dan menggunakan metode FIFO adalah 300 unit dengan total harga Rp. 3.700.000.

    Demikian koreksi atas penjumlahan yg salah, jadi banyak yang harus dirubah sampai dengan penjumlahan terakhirnya.
    Terimakasih yaa,,
    Jika ada kekeliruan lagi atas postingan yg saya buat, mohon koreksinya,,

    Regards,

    megi nugrahawan

    BalasHapus
  3. terimakasih sebelumnya untuk koreksinya, mohon maaf untuk penulisan angka ya, saya salah menjumlahkan. jadi total dari pembelian adalah 1.100 unit kemudian ditambah persediaan awal 300 unit, jadi barang yang tersedia untuk dijual adalah 1.400. Selain itu total penjualan harusnya 1.100 bukan 800. jadi jumlah persediaan akhir adalah 300 unit (barang yg tersedia untuk dijual dikurangi total penjualan "1.400-1.100=300").

    Kemudian pada kolom barang tersedia untuk dijual total unit harusnya 1.400 bukan 14.000.

    Kemudian pada kolom persediaan akhir (FIFO) pada tanggal 21/11 harusnya jumlah unit 100, Otomatis total harganyapun berubah menjadi Rp.1.300.000,- (100 x Rp. 13.000). Jadi didapat total harga Rp. 3.700.000,- (Rp. 1.300.000 + Rp. 2.400.000)

    Kesimpulannyapun berubah, Jadi Persediaan akhir Per 31 desember 2012 dengan sistem periodik dan menggunakan metode FIFO adalah 300 unit dengan total harga Rp. 3.700.000.

    Demikian koreksi atas penjumlahan yg salah, jadi banyak yang harus dirubah sampai dengan penjumlahan terakhirnya.
    Terimakasih yaa,,
    Jika ada kekeliruan lagi atas postingan yg saya buat, mohon koreksinya,,

    Regards,

    megi nugrahawan

    BalasHapus
  4. Jika saudara ingin saya mengubah lagi postingannya ke postingan yg benar, bilang saja yaa,,

    BalasHapus
  5. seharusny di betukan saja biar jelas yang baca

    BalasHapus
  6. Betul itu, sayapun jadi bingung pertama lhat

    BalasHapus